Alhamdulillah, Beberapa hari yang lalu ada seorang mahasiswa Uin Syekh Wasil Kediri melakukan riset tentang “Strategi Digitalisasi Fundraising dalam Meningkatkan Dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Kabupaten Jombang” dan bermaksud melakukan wawancara kepada saya sebagai digital fundraiser Baznas Jombang.
Sebelum menjawab, saya berikan informasi terkait sistem dan teknologi informasi yang ada di BAZNAS Kabupaten Jombang. Saat ini mempunyai beberapa digital platform kanal fundraising dan teknologi informasi guna melakukan transformasi zakat baik yang dimiliki sendiri/internal maupun external (menggunakan platform lain /aplikasi crowd funding), infaq dan sedekah diantaranya adalah
a. Aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajement BAZNAS) yang digunakan oleh Baznas kab/kota/provinsi diseluruh indonesia yang disediakan oleh BAZNAS RI
b. Kantor digital dengan alamat jombang.baznas.go.id yang berfungsi sebagai portal dan saluran komunikasi secara publik yang serta zakat, donasi online.
c. web dan aplikasi fundraising dengan alamat baznasjombang.id (portal web dan aplikasi fundraising) serta app.baznasjombang.id sebagai pembayaran zakat, infaq, sedekah dan donasi online, keduanya dikembangkan secara mandiri oleh baznas jombang.
selain menggunakan aplikasi internal juga menggunakan aplikasi external yakni melalui media sosial seperti instagram, facebook, dan tiktok, platform donasi online seperti kitabisa.com, marketplace seperti tokopedia dan shopee, dengan menerapkan strategi mix marketing (online dan offline), selain itu juga menggunakan WA blast dan iklan digital dalam penyebaran jangkauan. dalam hal pembayaran Baznas Jombang menggunakan pembayaran online baik melalui transfer ke rekening langsung, melalui Qris, maupun melalui payment gatway (multi payment )
berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa tersebut dan saya sertakan jawaban singkat saya
1. Apa latar belakang BAZNAS Jombang menerapkan strategi digitalisasi dalam proses fundraising ZIS?
Latar belakang utama digitalisasi fundraising adalah untuk menjawab kebutuhan perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa dengan layanan digital, termasuk pembayaran non-tunai dan transaksi online. Selain itu, digitalisasi dilakukan untuk memperluas jangkauan penghimpunan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mengikuti perkembangan teknologi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan muzaki dan donatur.
2. Apa tujuan utama digitalisasi fundraising di BAZNAS Jombang?
Tujuan utamanya adalah meningkatkan penghimpunan dana ZIS melalui kemudahan akses, mempercepat proses transaksi, memberikan transparansi pengelolaan dana, memperkuat kepercayaan publik, serta memaksimalkan jangkauan layanan agar masyarakat dapat menunaikan ZIS kapan saja dan dari mana saja.
3. Platform digital apa saja yang digunakan?
Saat ini BAZNAS Jombang menggunakan beberapa platform digital, antara lain:
- SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Zakat) – aplikasi nasional untuk pencatatan dan administrasi zakat.
- Website resmi kantor digital: jombang.baznas.go.id — portal informasi publik dan kanal zakat online.
- Website dan aplikasi fundraising internal: baznasjombang.id dan app.baznasjombang.id.
- Media sosial: Instagram, Facebook, TikTok.
- Platform eksternal fundraising digital: Kitabisa.com, Tokopedia, Shopee.
- Layanan pembayaran digital: QRIS, payment gateway (multi-payment), mobile banking, dan transfer rekening.
4. Bagaimana integrasi antara sistem digital dengan administrasi internal BAZNAS Jombang? Bagaimana alur penghimpunan dana ZIS melalui kanal digital?
Semua transaksi digital yang masuk melalui platform internal akan terintegrasi ke SIMBA untuk pencatatan dan pelaporan keuangan. Setiap pembayaran masuk otomatis terekam oleh sistem payment gateway, diverifikasi, dicatat dalam database muzaki, dan dilaporkan secara periodik sebagai bagian dari laporan penghimpunan.
Alur penghimpunan mulai dari donatur melakukan transaksi → sistem memverifikasi pembayaran → data tercatat di SIMBA dan dashboard fundraising → laporan dianalisis dan disampaikan kepada pimpinan serta dipublikasikan sesuai ketentuan transparansi.
5. Bagaimana strategi BAZNAS Jombang dalam mensosialisasikan kanal digital kepada masyarakat?
Strategi sosialisasi dilakukan dengan mix marketing antara online dan offline, yaitu:
- Kampanye edukasi digital zakat di media sosial dan media massa.
- Penyebaran informasi melalui WA blast, poster digital, dan iklan digital.
- Kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, dan masjid.
- Program event penggalangan dana dan literasi digital zakat di lapangan.
- Publikasi testimoni, dokumentasi penyaluran, dan konten inspiratif.
6. Bagaimana proses pengelolaan konten media sosial dilakukan?
Pengelolaan dilakukan secara terencana dengan penyusunan kalender konten yang meliputi edukasi zakat, informasi program, laporan penyaluran, dan ajakan fundraising. Konten dibuat kreatif mengikuti tren dan menggunakan pendekatan storytelling, dilengkapi dokumentasi foto/video kegiatan serta laporan realisasi program agar lebih dipercaya publik.
9. Bagaimana BAZNAS Jombang memastikan keamanan transaksi digital bagi donatur?
Keamanan dilakukan dengan menggunakan sistem pembayaran yang bersertifikasi dan terenkripsi, termasuk penggunaan payment gateway resmi, QRIS standar BI, serta verifikasi transaksi berlapis. Selain itu, data donatur dikelola dengan perlindungan privasi sesuai peraturan dan proses audit dilakukan secara berkala.
10. Apa tantangan utama dalam penerapan digitalisasi fundraising?
Tantangan utama meliputi:
- Variasi tingkat literasi digital masyarakat.
- Keterbatasan akses teknologi di beberapa wilayah pedesaan.
- Persaingan dengan platform donasi digital lain.
- Kebutuhan peningkatan SDM digital dan infrastruktur.
- Adaptasi budaya pembayaran zakat yang masih tradisional.
11. Bagaimana cara BAZNAS Jombang mengatasi kendala tersebut?
Melalui edukasi dan pendampingan masyarakat, kolaborasi dengan masjid dan komunitas, peningkatan kapasitas SDM digital, penguatan branding dan transparansi, serta menyediakan pilihan transaksi yang mudah dan fleksibel termasuk layanan offline bagi yang belum terbiasa digital.
12. Menurut Anda, seberapa efektif strategi digital dalam meningkatkan penghimpunan ZIS?
Strategi digital terbukti sangat efektif, terlihat dari meningkatnya jumlah muzaki digital, frekuensi transaksi online yang terus bertumbuh, dan semakin luasnya jangkauan donatur hingga luar daerah. Digital fundraising menjadi motor pertumbuhan penghimpunan dana setiap tahun.
13. Dampak apa yang paling terlihat sejak digitalisasi diterapkan?
Dampak yang paling signifikan yaitu peningkatan penghimpunan ZIS, meningkatnya kepercayaan publik, percepatan pelaporan, transparansi penyaluran, dan terbukanya jaringan kolaborasi lebih luas. Selain itu, profil BAZNAS Jombang semakin dikenal secara digital.
14. Apa inovasi digital yang direncanakan ke depan?
Beberapa inovasi yang direncanakan antara lain:
- Pengembangan sistem dashboard dan analitik data muzaki.
- Optimalisasi CRM (customer relationship management) untuk layanan donatur.
- Peningkatan integrasi aplikasi mobile dan sistem pelaporan realtime.
- Kolaborasi digital fundraising dengan lebih banyak platform eksternal.
- Pengembangan fitur membership donatur dan loyalty program.
15. Bagaimana BAZNAS Jombang memanfaatkan data digital untuk pengambilan keputusan fundraising?
Data digital digunakan untuk menganalisis perilaku donatur, tren transaksi, waktu terbaik kampanye, segmentasi muzaki, dan efektivitas kanal fundraising. Hasil analisis menjadi dasar dalam penyusunan strategi kampanye, perencanaan program, dan peningkatan pelayanan agar lebih tepat sasaran.